Peduli Kedaruratan, Lapas Pangkalpinang-Basarnas Latih Petugas dan Kader Kesehatan

Peduli Kedaruratan, Lapas Pangkalpinang-Basarnas Latih Petugas dan Kader Kesehatan

--

PANGKALPINANG – Siaga darurat dan peduli kedaruratan, Lapas Kelas II A Pangkalpinang mengandeng Basarnas Kota Pangkalpinang mengadakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

Pembekalan diberikan kepada para petugas dan kader kesehatan warga binaan guna meningkatkan kemampuan dasar penanganan keadaan darurat di lingkungan pemasyarakatan.

Rencananya mereka akan mengikuti kegiatan ini selama tiga hari dari 25, 26, dan 29 Juni 2026 di Aula Lapas Pangkalpinang.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, dan menghadirkan narasumber dari Basarnas. Materi yang diberikan meliputi pengenalan organisasi dan fungsi Basarnas, konsep Medical First Responder (MFR), serta teknik dasar pertolongan pertama yang aman, cepat, dan sesuai prosedur.

Kegiatan juga diawali dengan pelaksanaan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman peserta.

Melalui pelatihan ini, petugas dan kader kesehatan warga binaan dibekali kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban atau pasien, sekaligus memahami pentingnya koordinasi dengan pihak terkait dalam situasi darurat.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Lapas Pangkalpinang dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, sehat, dan responsif terhadap kondisi kegawatdaruratan.

Kalapas Sugeng, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan dan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

“Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dan kader kesehatan warga binaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik melalui peningkatan kapasitas petugas regu pengamanan dan kader kesehatan warga binaan sebagai pemberi pertolongan pertama, sehingga respons awal dapat dilakukan secara cepat dan efektif sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan demi menjaga keselamatan seluruh penghuni lapas," ungkapnya.

Sementara, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Indri Yudhit, menegaskan bahwa keterlibatan kader kesehatan warga binaan dalam pelatihan ini merupakan bagian dari pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kepedulian sosial.

"Melalui pelatihan ini, kader kesehatan warga binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kepedulian, serta pentingnya bekerja sama dalam membantu sesama. Kami berharap kemampuan ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat," ungkap Indri Yudhit.

Lapas Pangkalpinang akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi, termasuk Basarnas, dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan, pelayanan, dan kesiapsiagaan petugas maupun warga binaan guna mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan kondusif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait