Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, AJI Pangkalpinang dan Pers Mahasiswa Aksi Suarakan Tolak Sensorship

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, AJI Pangkalpinang dan Pers Mahasiswa Aksi Suarakan Tolak Sensorship

Aksi damai memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia/World Press Freedom Day (WPFD) 2026 berlangsung di titik nol kilometer Pangkalpinang. --

//Tolak Intimidasi

BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Pangkalpinang menggelar aksi damai memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia/World Press Freedom Day (WPFD) 2026.

Aksi damai bersama GMNI Babel dan Pers Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Babel ini berlangsung di titik nol kilometer Pangkalpinang. 

Aksi digelar dengan membentangkan spanduk bertuliskan ekspresi kebebasan pers yang tahun ini WPFD di Indonesia mengusung tema 

Sensor ship dan Intimidasi.

Ketua AJI Pangkalpinang, Hendra menuatakan WPFD 2026 di Pangkalpinang merupakan momentum melawan sensor, menolak Intimidasi untuk menjaga malar kritis di Negeri Serumpun Sebalai. 

BACA JUGA:Inflasi Bangka Belitung April 2026 Terkendali, Terendah Kedua Nasional

AJI Pangkalpinang bersama dengan Pers Mahasiswa Se-Bangka Belitung dan Organisasi Lainnya menyatakan Sikap:

1. Hentikan Sensorhip: pemerintah Indonesia, pemerintah daerah, dan aparat hukum untuk hadir menghentikan praktik-praktik sensorship. 

2. Menjamin Kebebasan Pers: pemerintah Indonesia, pemerintah daerah, aparat hukum untuk melaksanakan UU No.40  Tahun 1990 tentang pers yang menjamin kebebasan pers dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistik.

3. Melindungi Jurnalis: pemerintah Indonesia, pemerintah daerah dan aparat hukum harus menjami dan melindungi jurnalis dari kekerasan dalam bentuk apapun.

4. Tuntaskan Kasus: pemerintah Indonesia, pemerintah daerah dan aparat hukum untuk menuntaskan semua kasus kekerasan terhadap jurnalis dan aktivis secara tansparan, akuntabel dan independen.

5. Media Jaga Independensi: jurnalis dan media harus terus bersatu, berkomitmen untuk menyampaikan berita yang benar kepada publik meskipun berat harus menghadapi tekanan ekonomi.

"Lindungi jurnalis dan media. Hentikan impunitas. Lawan sensorship. Selamatkan demokrasi," kata Hendra.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: