Civitas Akademika UIN Raden Fatah Palembang Penelitian di Bangka
Civitas Akademika UIN Raden Fatah Palembang Penelitian di Bangka--
BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Sebanyak 25 orang civitas akademika yang terdiri dari dosen dan tenaga pendidik Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangka.
Rombongan yang dipimpin langsung Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI), Abu Mansyur, diterima oleh Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Sumber Daya Manusia, Boy Yandra, didampingi Kepala Kesbangpol Romlan Ardie dan Sekretaris Kesbangpol Ridwan di Aula Kantor Kesbangpol, Selasa (28/4/2026).
BACA JUGA:Gelorakan Pola Hidup Sehat, Honda TDM Gabek Sukses Gelar “Cultura Event” Bersama Warga Selindung
BACA JUGA:Warga Mentok Tidak Perlu Khawatir, Honda Care ASP Mentok Siap Membantu Saat Motor Mengalami Kendala
Abu Mansyur menjelaskan, kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan Pembinaan Sosial Keagamaan Masyarakat Desa (PSKMD) yang berlangsung dari 27 April hingga 2 Mei 2026 dengan tema "Rekognisi Internasional Berbasis Kearifan Lokal".
"Sinergi kampus dan masyarakat pedesaan merupakan respon terhadap tuntutan rekognisi global perguruan tinggi Islam Indonesia sekaligus pentingnya menggali kearifan lokal sebagai sumber pengetahuan yang autentik," ujarnya.
BACA JUGA:Warga Mentok Tidak Perlu Khawatir, Honda Care ASP Mentok Siap Membantu Saat Motor Mengalami Kendala
Selama di lokasi, tim akan melakukan pengabdian masyarakat berbasis masjid dan pesantren di tiga kecamatan, yakni Sungailiat, Pemali, dan Merawang.
Selain itu, tim juga akan melakukan studi budaya di Kecamatan Belinyu untuk mempelajari kearifan lokal masyarakat Tionghoa sebagai bahan kajian akademik.
Menurutnya, Kabupaten Bangka dipilih karena memiliki tradisi Islam yang kuat namun juga dikenal dengan kerukunan antar etnis dan agama yang sangat baik.
BACA JUGA:PT Timah Jadi Mitra Strategis Pemkab Bangka Dorong Pembangunan
Hal ini terlihat dari data demografi, di mana mayoritas Muslim hidup berdampingan secara harmonis dengan penganut Konghucu, Kristen Protestan, Katolik, dan lainnya.
"Kearifan lokal dalam mengelola kerukunan lintas agama ini sangat relevan untuk dikaji," jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bangka Boy Yandra menyambut baik kedatangan tim peneliti tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
