Curhat Gubernur Babel ke Komisi II DPR RI: Dari Efisiensi Anggaran Hingga Reforma Agraria
--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menerima kunjungan kerja Komisi II DPR RI dalam agenda optimalisasi peran dan fungsi kepala daerah sebagai Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Pasir, Kantor Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang, pada Rabu (22/5/2026).
Dalam sambutannya di hadapan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, dan tim, Hidayat Arsani menekankan pentingnya kunjungan ini untuk menyerap aspirasi masyarakat Bangka Belitung.
Hidayat berharap, sebagai provinsi penyumbang devisa negara dari sektor timah, Bangka Belitung mendapatkan kesetaraan dan keadilan pembangunan yang proporsional.
"Melalui kedatangan Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, dan rombongan, saya berharap ke depan Bangka Belitung dapat bertumbuh lebih baik," ujar Gubernur.
BACA JUGA:DPRD Soroti Pembelian TBS Sawit di Bawah Harga, Kurniawan Desak Audit dan Transparansi
Memasuki tahun pertama masa jabatannya, Hidayat menegaskan komitmennya dalam menjalankan amanah pemerintah pusat, khususnya dalam efisiensi anggaran.
Ia menerapkan prinsip pemangkasan proyek-proyek yang dinilai kurang efektif bagi masyarakat.
"Proyek-proyek yang kurang atau tidak efektif menyentuh langsung kepada masyarakat akan kami pangkas.
Namun, hal ini dipastikan tidak mengurangi kualitas pelayanan dasar seperti beasiswa pendidikan, BPJS Kesehatan, dan pemberdayaan UMKM," tegasnya.
BACA JUGA:Meriah dan Penuh Hadiah! Roadshow Honda Babel Juara Sukses Curi Perhatian Warga Pangkalpinang
Terkait agenda utama GTRA, Hidayat memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi Babel terus berkoordinasi dengan Kantor Wilayah BPN untuk mewujudkan keadilan lahan melalui dua pilar utama.
Pertama, penataan aset melalui legalisasi aset dan redistribusi tanah, termasuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) guna memastikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Kedua, penataan akses agar tanah yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara produktif di sektor pertanian, perkebunan, maupun perdagangan, serta mempermudah akses permodalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
