Bangka Barat Fasilitasi Warga Lestarikan Pesta Adat Belar

Bangka Barat Fasilitasi Warga Lestarikan Pesta Adat Belar

Silat Kampung menjadi salah satu pertunjukan yang dinanti penonton pada rangkaian kegiatan Pesta Adat Belar. (Foto; antara)--

BABELPOS.ID, MENTOK -  Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi upaya warga melestarikan Pesta Adat Belar sebagai salah satu upaya perlindungan tradisi warisan leluhur.

"Pesta Adat atau Sedekah Kapong Belar dilaksanakan rutin setiap tahun oleh warga di Desa Simpangibul, Kecamatan Simpangteritip, sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan perlindungan dari Sang Pencipta terhadap segala aktivitas warga ke depan," kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Muhammad Ferhad Irvan di Mentok, Minggu.

Rangkaian Pesta Adat Belar dilaksanakan selama tiga hari, mulai Sabtu (18/4), dengan rangkaian kegiatan pada hari pertama dilaksanakan Khataman Al Quran bersamaan dengan pawai meriah sebagai bagian dari ritual keagamaan.

Di hari berikutnya dilaksanakan khitanan massal yang dilaksanakan sejak pagi hari, saat matahari terbit, yang diawali dengan prosesi mandi berendam di sungai, sunat tradisional, dan pawai budaya.

BACA JUGA:Gubernur Hidayat Arsani Pimpin Apel, Apresiasi Dukungan Masyarakat dan ASN
Pada pawai ini para peserta sunat massal diarak keliling kampung menggunakan tandu berhias bersama pemimpin daerah dan tamu kehormatan, mereka diarak keliling kampung menuju pusat acara sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari warga.

"Pawai menggunakan tandu hias ini juga sebagai ajang silaturahim antara warga desa dengan para pejabat pemerintah dan seluruh warga dari luar desa yang hadir dalam acara tersebut," katanya.

Setelah kegiatan selesai, pada Senin (20/4) panitia menyiapkan pesta hiburan rakyat yang berisi berbagai pertunjukan seni, seperti pencak silat, musik dambus dan hiburan musik lainnya untuk menyemarakkan suasana.

BACA JUGA:PT TIMAH Bantu Renovasi Gedung Serbaguna Kecamatan Kundur Barat, Dorong Aktivitas Masyarakat Lebih Nyaman

Menurut dia, rangkaian kegiatan pesta adat ini terdapat beberapa tradisi yang menjadi inti dari pesta adat, yaitu khitanan dan khatam Al Quran, sebagai bentuk upaya warga menjaga nilai-nilai keagamaan.

"Tujuan kegiatan ini untuk menjalankan tradisi masyarakat dalam usaha menjalankan perintah Allah dan RasulNya, yaitu menanamkan kepada generasi muda untuk membaca dan mengkhatamkan Al Quran, mengkhitankan anak-anak yang sudah akil baligh, mengeratkan tali silaturahim," katanya.

BACA JUGA:Abang Hertza dan Hibir Diperiksa Paling Lama

Pemkab Bangka Barat mendukung kegiatan pesta adat ini sebagai upaya melestarikan nilai-nilai tradisi luhur, bahkan kegiatan kebudayaan ini masuk dalam agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: