Soroti Perbedaan Harga TBS, Bupati Fery Rapat dengan 9 Perusahaan Sawit, Ini yang Dipersoalkan
Pertemuan Bupati Fery, Apkasindo dengan manajemen 9 pabrik CPO di Kabupaten Bangka soal perbedaan harga juga TBS. --Foto Yudi
BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Menyikapi adanya perbedaan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang dinilai merugikan petani, Pemerintah Kabupaten Bangka menggelar rapat koordinasi dengan sembilan perusahaan perkebunan kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di daerah tersebut. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Kamis sore (9/4/2026).
Bupati Bangka Fery Insani mengatakan, pertemuan ini digelar untuk meminta kejelasan terkait ketimpangan harga TBS. Pasalnya, saat harga minyak sawit mentah atau CPO dunia sedang naik, namun harga TBS di petani justru stagnan dan cenderung rendah, apalagi jika dibandingkan dengan harga di Kabupaten Belitung yang mencapai Rp3.800 per kg.
"Kita undang 9 PKS yang ada di Bangka ini menampung harapan masyarakat pemilik kebun. Sekarang harga CPO naik, tapi harga TBS tidak ikut naik. Belum lagi saat panen raya seperti sekarang, kuota pembelian justru dibatasi," ujar Fery Insani kepada wartawan.
BACA JUGA:Perbedaan Harga TBS Sawit Antara Bangka dan Belitung Jadi Pertanyaan Apkasindo
BACA JUGA:Bikin Resah, Ninja Sawit Simpang Teritip Dibekuk Polisi
Bupati Fery menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi harga karena mengikuti mekanisme pasar. Namun, sebagai pemerintah daerah, ia meminta keadilan dan kebersamaan dari para pengusaha sawit.
"Saya tidak mengintervensi harga karena itu kewenangan pasar. Tapi saya mohon, saat harga CPO bagus, mari kita berbagi. Di Medan saja harganya sudah tembus Rp4.000 per kg. Setidaknya petani di sini juga merasakan dampak kenaikan tersebut," pintanya.
Fery juga menyoroti biaya produksi yang saat ini mulai naik, mulai dari harga bibit, pupuk, hingga tenaga kerja, sehingga harga jual TBS harusnya bisa disesuaikan.
Bupati Fery mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada empat perusahaan yang mengajukan izin pendirian pabrik CPO baru di Kabupaten Bangka. Kehadiran pabrik baru ini diharapkan menjadi solusi agar persaingan pasar lebih sehat dan harga TBS bisa terdorong naik.
"Kalau ada pabrik baru yang masuk, tentu akan membantu petani. Kami akan akomodir permohonan tersebut demi kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
BACA JUGA:Alasan Ekonomi, Dua Buruh Harian dan Satu Petani Curi TBS PT BAM
Sementara itu, Ketua DPD Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Bangka, Jamaludin, mengapresiasi langkah Pemkab yang mempertemukan kedua belah pihak. Namun, pihaknya menolak berbagai alasan yang disampaikan perusahaan untuk tidak menaikkan harga.
"Kami tidak bisa menerima alasan seperti kesulitan bongkar muat, tidak ada refinery, atau rendemen. Itu alasan lama yang dipakai dari tahun ke tahun. Padahal faktanya harga CPO sedang sangat baik," tegas Jamaludin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
