Ratusan TI Selam Membandel, Kembali Merambah IUP PT Timah Sukadamai, Katanya Ada Beking

Ratusan TI Selam Membandel, Kembali Merambah IUP PT Timah Sukadamai, Katanya Ada Beking

Ratusan kapal isap menambang di sekitar KIP Mitra PT Timah. --Foto Ilham

BABELPOS.ID, TOBOALI - Tak jera kendati sudah sering diberi peringatkan oleh tim gabungan, TNI hingga Polri atas aktivitas penambangan ilegal, ratusan TI selam kembali merambah kawasan IUP PT Timah Tbk laut Sukadamai, Toboali, Bangka Selatan (Basel). 

Imbauan hingga penertiban yang dilakukan tim gabungan PT Timah, Kepolisian hingga TNI tidak membuat penambang ilegal jera. Bahkan ratusan TI selam ilegal itu juga menyisir area penambangan Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra PT Timah sehingga mengganggu KIP untuk bermanuver lantaran khawatir bersenggolan dengan TI selam yang bisa berakibat fatal dan memakan korban jiwa.

Kepala Bidang (Kabid) KIP PT Timah Apit Renaldi menegaskan, imbauan dan penertiban terhadap aktivitas TI selam di kawasan IUP PT Timah, sudah sering dilakukan tim gabungan dari, PT Timah, Polri dan TNI.

"Kita sudah sering meminta dan mengimbau mereka (penambang) untuk tidak melakukan aktivitas penambangan timah secara ilegal di IUP PT Timah apalagi menambang dekat KIP karena sangat berbahaya," sebutnya, Selasa (31/03). 

Ia meminta penambang TI selam lebih baik bekerja sesuai regulasi dengan menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) yang ada Surat Perintah Kerja (SPK) dari PT Timah. 

"Daripada mengancam nyawa mereka pakai TI selam lebin baik mereka gabungan buat PIP, ajukan SPK ke PT Timah, bekerja aman dan tenang," terangnya. 

BACA JUGA:Masyarakat Tiga Desa di Merawang Sepakat Hentikan Pertambangan Ilegal, Tunggu Persetujuan WPR

BACA JUGA:Bandel Beroperasi Ilegal, Polisi Tertibkan Tambang Timah di Belinyu

Sementara itu, salah satu warga setempat Ri menyebutkan aktivitas penambangan timah secara ilegal dan terang-terangan itu sudah berlangsung lama di laut Sukadamai. 

"Kalau TI selam itu bukan hanya sekarang ini, tapi sudah lama menambang di situ secara ilegal dan menantang," ucapnya. 

Menurutnya, aktivitas TI selam ilegal yang dilakukan terang-terangan itu tidak mungkin berani kalau tidak ada yang membekingi. 

Tak hanya itu, ia juga menyebut hasil timah dari TI selam itu sudah ada koordinasi dan dibeli atau ditampung oleh cukong Timah.

"Ya jelas kalau itu, mereka nambang (ilegal) nampak di depan mata, tidak mungkin berani kalau tidak ada yang membekingi orang besar di belakang penambang. Infonya juga timah itu dijual oleh cukong di Toboali dan Pangkalpinang," tandasnya.

BACA JUGA:Gelar Perkara, Brigadir Fa Membantah, Sebut Excavator Tragedi 7 Nyawa Tambang Pondi Milik Mispandi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait