Begini Produk Perawatan Kulit yang Berisiko Kanker
Ilustrasi perawatan kulit. --Foto IST
BABELPOS.ID - Seiring dengan semakin umumnya diagnosis kanker di masyarakat, orang-orang mulai khawatir pada penggunaan produk perawatan kulit yang digunakan sehari-hari yang berisiko menimbulkan kanker.
Dilansir Hindustan Times, Minggu (8/3), seorang ahli onkologi yang berbasis di Raipur, India, Dr. Jayesh Sharma mengatakan fakta bahwa suatu zat kimia tertentu dapat diidentifikasi dari hampir semua produk yang berpotensi menimbulkan risiko.
Namun, detail seperti konsentrasi zat kimia dalam produk dan tingkat di mana zat tersebut menjadi berbahaya bagi manusia sangatlah penting. Ia membagi produk perawatan kulit sehari-hari menjadi dua kelompok, produk yang dibilas dan tidak perlu dibilas.
Sharma mengatakan produk kosmetik seperti sampo, sabun, sabun 2 in 1 untuk rambut dan badan diaplikasikan dan dibilas hampir seketika sehingga tidak bersentuhan dengan kulit dalam waktu lama, jadi produk-produk tersebut tidak menimbulkan risiko kanker.
“Jika ada yang mengklaim bahwa produk-produk ini dapat bersifat karsinogenik, mereka menyebarkan informasi yang sepenuhnya salah,” kata Dr. Sharma.
BACA JUGA:Waspada, Ini 11 Gejala Penyakit Jantung yang Harus Kamu Ketahui
BACA JUGA:Cek Ukuran Celanamu, Waspada Penyakit Ini
Sharma mengatakan beberapa produk tidak dibilas seperti pelembap mengandung senyawa paraben, yang secara teoritis berisiko mengganggu keseimbangan hormon.
Namun, Dr. Sharma menekankan bahwa risiko tersebut hanya bersifat "teoretis" karena belum terbukti dalam penelitian apa pun bahwa konsentrasi paraben yang ditemukan dalam pelembap dapat memiliki efek apa pun pada manusia.
Namun demikian, jika ada riwayat keluarga yang sangat kuat terkait kanker payudara, atau jika takut secara umum, maka ada produk bebas paraben yang tersedia di pasaran yang dapat Anda gunakan.
“Namun, 99,9 persen orang tidak berisiko akibat zat tersebut,” katanya.
Selain itu parfum dan deodoran juga dibiarkan menempel di tubuh dalam waktu yang lama. Produk-produk ini sering mengandung sekelompok senyawa yang jika diserap melalui kulit, dapat menyebabkan gangguan hormonal.
Meski, belum ada risiko yang terbukti pada manusia hingga saat ini, tetapi mereka yang mengalami PCOS mungkin sebaiknya menghindari produk tersebut, kata Dr. Sharma.
Dia menambahkan untuk mengurangi kemungkinan risiko Sharma menyarankan untuk menggunakannya pada pakaian daripada di tubuh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
