Melaut di Karang Berindu, Nelayan 70 Tahun Tak Kunjung Pulang

Melaut di Karang Berindu, Nelayan 70 Tahun Tak Kunjung Pulang

Proses pencarian nelayan Sungailiat yang hilang di perairan Karang Berindu. --Foto Tri

BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Suasana cemas menyelimuti Kampung Nelayan 1, Sungailiat, setelah salah satu warga senior mereka, Rusli (70), dilaporkan hilang saat melaut. Tim SAR Gabungan kini tengah berpacu dengan waktu melakukan pencarian intensif di perairan Karang Berindu. 

Rusli diketahui berangkat melaut sendirian menggunakan perahu sampan (kolek) pada Sabtu (7/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Pria lanjut usia ini biasanya dikenal disiplin waktu dan selalu kembali ke Dermaga Nelayan 1 sebelum tengah hari.

 Korban biasanya sudah merapat kembali ke dermaga pada pukul 12.00 WIB. Namun, hingga sore hari perahu korban tak kunjung terlihat. Kekhawatiran semakin memuncak mengingat stok bahan bakar cadangan di perahu Rusli diperkirakan hanya tersisa sekitar 5 liter, yang sangat berisiko jika ia terombang-ambing di tengah laut. 

BACA JUGA:Penyidikan Korupsi BBM Nelayan Bangka Terus Bergulir, Kejari Bidik Peran SPBU dan Potensi Tersangka Baru

BACA JUGA:Ada Nelayan Tukak Sadai Hilang di Tanjung Merun, Sedang Dicari Tim SAR Gabungan

Sebelum melapor ke pihak berwenang, pihak keluarga dan nelayan setempat sempat melakukan pencarian mandiri. Seorang saksi mata sempat melihat perahu korban berada di antara Karang Kranas dan Karang Berindu, namun saat disisir kembali, Rusli maupun perahunya tidak ditemukan.

Mendapat laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang langsung menerjunkan tim rescue ke Pantai Teluk Uber untuk memulai operasi pencarian. Operasi ini melibatkan berbagai unsur, yakni Basarnas (Rescuer Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, BPBD Kabupaten Bangka dan Relawan Laskar Sekaban. 

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah penyisiran di titik terakhir korban terlihat. 

"Kami mengerahkan dua unit perahu karet untuk menyisir perairan Karang Berindu. Kami akan memaksimalkan pencarian hingga batas waktu operasional sore ini, dengan harapan cuaca di perairan Bangka tetap kondusif," ujar Mikel.

Hingga saat ini, tim gabungan masih berada di lapangan, menembus gelombang demi menemukan keberadaan nelayan paruh baya tersebut.

BACA JUGA:Nelayan Bagan Hilang di Perairan Tuing

BACA JUGA:Duarrr... KM Nur Aini dengan 4 Nelayan Disambar Petir di Pantai Pesaren

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: