Liputan Pengeroyokan Satgas di PT PMM, 3 Wartawan Malah Kena Keroyok

Liputan Pengeroyokan Satgas di PT PMM, 3 Wartawan Malah Kena Keroyok

Para Wartawan Saat di Polda.-screnshot-

BABELPOS.ID.- PANGKALPINANG - Kekerasan terhadap wartawan kembali terulang. Kali ini menimpa 3 wartawan yakni Frendy Primadana (TV One) dan 2 wartawan online Dedi Wahyudi dan Wahyu Kurniawan. Kejadian pengeroyokan berlangsung di gerbang PT PMM pada Sabtu sore (7/3) sekitar pukul 16 WIB.

Kehadiran 3 wartawan ke PT PMM tersebut guna meliput adanya kabar pengepungan dan pemukulan  oleh warga  -di sekitar PT PMM- terhadap intel satgas    Trisakti. Namun bukanya konfirmasi dan klarifikasi yang diperoleh wartawan melainkan  pengeroyokan.

Dikatakan Primadana padahal kehadiran mereka diawali dengan baik dengan menyodorkan identitas berupa kartu pers kepada petugas keamanan PT PMM.

Kemudian tak disangka, kekerasan muncul dari seorang sopir truk M yang gak terima diambil gambar oleh wartawan. Dari situlah kemudian terjadi cekcok sehingga berujung pengeroyokan serta pemukulan.

Ke 2 wartawan yang mengalami pemukulan yakni Dana. Dana mengalami pemukulan di kepala, wajah, hidung dan mata. Akibatnya darah mengucur deras dari hidung.

"Kalau saya dipukul di fisik. Tiga kali tonjokan.Tonjokan di muka sebelah kiri. Pipi sebelah kanan, dan  kepala, kata Dana.

Sementara Dedi mengalami pemukulan serupa. Dipukul di kepala, geraham hingga telinga.

Tidak cukup penganiayaan fisik, menurut Dana hp mereka juga sempat dirampas. Lalu dipaksa hapus segala dokumentasi peliputan saat itu.

Tak puas dengan pengeroyokan, 2 wartawan Dana dan Dedi juga sempat di sekap dan intimidasi untuk dibunuh. Hingga akhirnya datanglah petugas Kepolisian untuk mengamankan situasi. Hingga akhirnya Dana dan Dedi berhasil diamankan petugas dengan selamat.

Mediasi Polda Buntu

Atas penganiaan tersebut, Dana dan Dedi akhirnya tadi malam membuat visum serta laporan polisi di Mapolda Bangka Belitung. Pihak Polda melalui Kasubdit Jatanras Ditreskrimum AKBP Faisal bertindak cepat dengan memanggil seluruh pihak terkait yang diawali restoratif justice.

Namun sayang mediasi sejak pukul 22 WIB hingga 23.30 WIB hanya memunculkan pernyataan maaf dari pihak perwakilan PT PMM, Chandra. "Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tak mengenakan ini. Kejadian ini kami harapkan tidak akan berulang lagi. Kami siap mengganti materil dan non materil atas kejadian ini," harapnya

Sementara dari pihak korban mengaku masih memerlukan waktu untuk menerima maaf tersebut. Karena masih dalam kondisi trauma akibat luka fisik dan psikis yang diderita. "Sementara ini kami butuh pemuliham dulu, masih trauma dengan pengeroyokan tadi. Saya juga harus melaporkan dan menunggu petunjuk dulu dari kantor (TV One)," demikian Dana.

Terpisah Kapolda Irjen Viktor Theodorus Sihombing, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan dari wartawan terkait adanya pengeroyokan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: