Pahami Kebutuhan Konsumsi Air untuk Kesehatan Ginjal

Pahami Kebutuhan Konsumsi Air untuk Kesehatan Ginjal

Ilustrasi air putih--Foto IST

BABELPOS.ID - Air kerap dianggap sebagai solusi dasar untuk hampir segala hal. Namun, sebenarnya mengonsumsi air terlalu banyak juga bisa berisiko untuk ginjal.

Menurut laporan Hindustan Times pada Senin (2/3) waktu setempat, seorang konsultan nefrologi di ISIC Multispeciality Hospital, Dr. Udit Gupta menjelaskan saran “minum lebih banyak air” sebenarnya lebih kompleks dan memiliki banyak aspek.

Pentingnya memahami seberapa banyak cairan yang benar-benar dibutuhkan. Jika tidak, bisa mengalami kelebihan cairan (overhidrasi), yang juga tidak baik bagi kesehatan.

Menurut ahli nefrologi tersebut, kebutuhan cairan tidak bersifat universal. Kebutuhan hidrasi berbeda-beda tergantung pada banyak faktor, termasuk berat badan, iklim, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Dr. Gupta menjelaskan seorang anak yang bermain olahraga di luar ruangan saat musim panas akan membutuhkan lebih banyak cairan dibandingkan orang dewasa yang bekerja santai di kantor dengan pendingin udara (AC).

Demikian pula, orang yang mengonsumsi makanan kaya air seperti buah dan sayuran mungkin memerlukan lebih sedikit asupan air langsung.

“Untuk kesehatan ginjal, yang terpenting adalah hidrasi yang konsisten sehingga mendukung produksi urine normal, biasanya sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari pada orang dewasa, disesuaikan untuk anak-anak berdasarkan ukuran dan usia,” kata dia.

BACA JUGA:10 Kiat Menjaga Kebugaran Selama Menjalankan Puasa Ramadan

BACA JUGA:16 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimakan Mentah

Artinya, daripada berfokus pada jumlah gelas yang diminum, lebih baik memastikan tubuh menghasilkan jumlah urine yang sehat untuk membantu menyaring racun dari tubuh.

Dr. Gupta memperingatkan bahwa asupan air berlebihan tidak selalu bermanfaat, overhidrasi dapat mengencerkan kadar natrium dalam darah, kondisi yang dikenal sebagai hiponatremia, yang bisa berbahaya. Overhidrasi adalah kondisi serius yang berisko dapat merugikan kesehatan ginjal.

“Bagi kebanyakan orang sehat, minum melebihi rasa haus tidak akan ‘meningkatkan’ fungsi ginjal secara luar biasa. Ginjal bekerja secara efisien dalam rentang asupan cairan yang cukup luas,” ujar dia.

Warna urine sering dianggap sebagai indikator utama kecukupan hidrasi. Namun menurut ahli nefrologi, urine tidak harus selalu tidak berwarna.

Dalam beberapa kasus, urine yang benar-benar bening bisa menandakan overhidrasi. Sebaliknya, urine berwarna kuning pucat menunjukkan hidrasi yang cukup.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: