Ops Antik Menumbing 2026 Diduga Ada Keterlibatan Jaringan Lapas Dalam Peredaran Narkoba di Basel

Ops Antik Menumbing 2026 Diduga Ada Keterlibatan Jaringan Lapas Dalam Peredaran Narkoba di Basel

--

BABELPOS.ID, TOBOALI - Usai berakhirnya Operasi Antik Menumbing 2026 dan Sat Resnarkoba Polres Bangka Selatan (Basel) berhasil mengamankan delapan tersangka diduga sebagai bandar maupun pengedar narkoba. 

Menariknya, berdasarkan pengakuan salah satu pelaku bahwa ia mendapatkan barang haram tersebut dari balik jeruji besi lapas. 

BACA JUGA:Lapas Pangkalpinang Perkuat Syiar Islam Jelang Ramadan Lewat Nisfu Syaban

Hal ini diperkuat dari Wakapolres Basel Kompol M Riduan, indikasi tersebut muncul setelah salah satu tersangka kasus narkoba yang diamankan mengaku bahwa distribusi barang haram itu dikendalikan dari balik jeruji besi lapas.

"Kata pelaku, narkoba ini diduga ada keterlibatan oknum dari dalam jeruji besi di Lapas," sebutnya, saat dalam konfrensi pers, Selasa  (03/02).

BACA JUGA:Lapas Pangkalpinang Perkuat Syiar Islam Jelang Ramadan Lewat Nisfu Syaban

"Saat ini masih proses penyidikan ataupun pendalaman secara prosedural dan tidak gegabah dalam mengambil langkah. Kami akan kembangkan sesuai prosedur hukum yang berlaku," imbuhnya. 

Keterangan itu tertuang dalam berita acara pemeriksaan pelaku yang  berhasil diamankan selama operasi antik pemberantasan narkoba yang digelar secara intensif di wilayah Basel.

Namun, pihaknya tidak dapat langsung melakukan pemeriksaan ke dalam lapas tanpa melalui mekanisme administrasi dan koordinasi resmi dengan pihak terkait.

BACA JUGA:Ops Antik Menumbing 2026, 8 Orang Ditangkap Polres Basel

Pihaknya harus menyurati dan berkoordinasi secara kelembagaan. Itu sedang pihaknya  siapkan agar proses hukum berjalan sesuai aturan, jadi kendala utama  saat ini bukan pada substansi perkara, melainkan pada tahapan administratif yang wajib dipenuhi sebelum penyidikan diperluas.

"Pengembangan akan kami lakukan sampai ke aktor utama. Selain membongkar dugaan jaringan lapas, Polres Basel juga akan memetakan pola peredaran narkoba yang menyasar kawasan pertambangan timah, khususnya di wilayah Sukadamai," sebutnya. 

BACA JUGA:Tins Green Garden Foresttree Diresmikan, PT Timah Tbk Hadirkan Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak

Bukan itu saja, tingginya aktivitas tambang, mobilitas pekerja, serta tekanan ekonomi membuat kawasan tersebut rawan dimanfaatkan bandar narkoba untuk melancarkan aksinya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: