PT TIMAH Tbk Perkuat Budaya K3 Lewat Apel Keselamatan Kerja Rutin di Wilayah Operasional
PT TIMAH Tbk Perkuat Budaya K3 Lewat Apel Keselamatan Kerja Rutin di Wilayah Operasional--
BABELPOS.ID, PANGKALPINANG - PT TIMAH Tbk terus menegaskan komitmennya dalam menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian integral dari budaya perusahaan.
Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan menggelar apel keselamatan secara rutin di berbagai wilayah operasional, sebagai sarana penguatan disiplin, evaluasi kinerja, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya bekerja secara aman.
BACA JUGA:Samsul Maulana Terpilih Ketua KONI Bangka 2026-2030, Fokus Persiapan Porprov
Di awal tahun 2026, komitmen tersebut diwujudkan melalui Apel Gabungan Divisi Pengolahan dan Pemurnian yang digelar di halaman Pabrik Peleburan serta Apel Keselamatan Divisi Pertambangan Area Kundur yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Komite Keselamatan Pertambangan Tahun 2026.
Apel gabungan ini diikuti masing-masing karyawan di masing-masing wilayah operasional Perusahaan.
Dalam aa juga menyampaikan evaluasi, imbauan keselamatan, serta langkah-langkah pencegahan potensi risiko kerja.
BACA JUGA:Hadirkan Perbankan di Pegunungan Alor NTT, BRILink Agen Ini Raih Predikat Jawara Nasional
Apel K3 ini menjadi sarana penting bagi manajemen untuk mengingatkan seluruh karyawan dan mitra kerja agar selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas operasional.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, penerapan budaya K3 bukan hanya sebatas penyediaan regulasi, tetapi merupakan bagian dari nilai dan perilaku kerja yang harus tertanam dalam keseharian seluruh insan perusahaan.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Melalui apel rutin ini, Perusahaan ingin membangun kesadaran kolektif bahwa setiap pekerja memiliki peran penting dalam menciptakan tempat kerja yang aman,” katanya, Sabtu (24/1/2026).
Selain sebagai media sosialisasi, apel K3 juga dimanfaatkan untuk mengampanyekan kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta pentingnya pelaporan potensi bahaya sejak dini.
Perusahaan meyakini, budaya K3 yang kuat akan berdampak positif terhadap kinerja operasional, menekan angka kecelakaan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan kepercayaan para pemangku kepentingan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
