Pemangkasan ADD Hingga 60 Persen, Kades Bencah Sebutkan Ini
Heri Purnomo--
BABELPOS.ID, TOBOALI - Sejak adanya pemangkasan terhadap Anggaran Dana Desa (ADD) oleh pemerintah pusat hingga 60 persen, kini dampaknya mulai dirasakan.
Diketahui, pemangkasan ini seringkali memengaruhi pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, serta pelayanan publik di desa.
Dampaknya bisa cukup besar, terutama bagi desa yang mengandalkan dana desa untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Heri Purnomo mengatakan, kebijakan efisiensi anggaran pusat tersebut dinilai memukul langsung sektor paling bawah, terutama desa-desa yang memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes) terbatas.
BACA JUGA:Spesifikasi iPhone Fold dan iPhone 18 Pro Series yang Disiapkan Apple
"Pemangkasan Dana Desa berdampak besar terhadap kinerja sejumlah bidang pelayanan masyarakat," sebutnya, Minggu (18/01).
Dikatakannya, anggaran Dana Desa yang semula mencapai Rp1,2 miliar, kini menyusut drastis dan hanya tersisa sekitar Rp370 juta.
Keterbatasan anggaran ini juga berimbas pada sektor pendidikan non formal di desa.
Pemerintah desa kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran honor bagi tenaga pendidik.
"Gaji guru TPA dan guru TK tidak bisa dibayarkan, selain itu juga tidak bisa membangun infrastruktur," ucapnya.
BACA JUGA:SUV Wuling Starlight 560 Diluncurkan, Kapasitas 7 Tempat Duduk, Harga Mulai 150 Jutaan
Meski demikian, Heri memastikan operasional pemerintahan desa masih dapat berjalan, meski dengan keterbatasan.
Sementara untuk Alokasi Dana Desa tidak mengalami pengurangan yang berarti sehingga masih bisa terkendali.
"Harapan kami, semoga kondisi ini kembali normal seiring dengan meningkatkannya kondisi keuangan nasional, agar kami Pemdes bisa menjalankan program yang lebih baik lagi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
