Awal Tahun Mengesankan, ICDX Catat Transaksi Rp130 Triliun di Hari Pertama 2026
Pembukaan Transaksi di Hari Pertama 2026--Foto: ist
BABELPOS.ID, JAKARTA – Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), mengawali tahun 2026 dengan catatan performa yang kuat. Pada hari pertama perdagangan, Jumat (2/1/2026), ICDX membukukan total volume transaksi sebesar 28.621 lot dengan nilai nosional (notional value) mencapai Rp130,3 triliun.
Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi pasar komoditi nasional, mengingat angka tersebut melampaui rata-rata transaksi harian sepanjang tahun 2025 yang berada di angka 19.874 lot.
Total volume transaksi pada pembukaan tahun ini didominasi oleh dua segmen utama yakni, Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) yang mencatat volume sebesar 24.843 lot dengan nilai nosional fantastis sebesar Rp129,4 triliun. Kontrak mata uang XAUUSD14 menjadi primadona di segmen ini dengan kontribusi 6.780 lot (Rp41,4 triliun).
Kemudian transaksi multilateral yang mencatat volume 3.778 lot dengan nilai nosional Rp843,5 miliar. Kontrak emas GOLDUDMic memimpin di kategori ini dengan volume 1.024 lot (Rp74,6 miliar).
BACA JUGA:Perkuat Ekosistem Perdagangan Komoditi, ICDX dan ICH Raih Sertifikasi ISO 27001:2022
BACA JUGA:ICDX Respon Atas PADG Bank Indonesia Terkait Derivatif PUVA
Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025, ICDX mencatatkan total transaksi sebanyak 5.167.243 lot dalam 260 hari perdagangan.
Direktur ICDX, Nursalam, menyatakan bahwa hasil hari pertama ini memberikan optimisme besar bagi manajemen untuk mencapai target tahunan.
"Transaksi pada hari pertama perdagangan tahun 2026 ini memberikan optimisme bagi kami untuk terus tumbuh. Indikasi utamanya adalah volume perdagangan hari ini yang sudah melebihi rata-rata harian tahun lalu. Untuk itu, kami menargetkan pertumbuhan sebesar 20% pada tahun 2026 dibandingkan tahun 2025," ujar Nursalam, Selasa (6/1).
Guna mengejar target pertumbuhan tersebut, ICDX berkomitmen untuk terus melakukan inovasi layanan dan memperkuat ekosistem perdagangan berjangka komoditi. Fokus utama bursa tahun ini adalah mendorong transaksi multilateral agar lebih kompetitif.
"Kami akan terus melakukan upaya inovasi berkelanjutan demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Selain mendorong transaksi multilateral, kami juga akan masif melakukan kegiatan literasi dan edukasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari otoritas hingga pelaku pasar," pungkas Nursalam.
BACA JUGA:Terus Tumbuh, ICDX Proyeksikan Volume Perdagangan Pasar Fisik Emas Secara Digital Capai 25 Juta Gram
BACA JUGA:Lebih Dari Dua Dekade Melantai di Bursa Efek Indonesia, Harga Saham BBRI Telah Naik 48 Kali
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
